Cara Melakukan Audit Budaya Perusahaan


Cara Melakukan Audit Budaya Perusahaan

Audit Budaya Perusahaan adalah penilaian terhadap budaya yang sedang berlaku dalam suatu organisasi. Budaya Perusahaan adalah nilai, norma dan kebiasaan yang mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku, dan cara kerja karyawan sehari-hari, sehingga akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan.
Contoh Budaya Perusahaan
  • Sikap organisasi tersebut dalam tata kelola.
  • Hubungannya dengan para pelanggan.
  • Hal apa yang penting bagi organisasi.
  • Bagaimana organisasi memperlakukan karyawan-karyawannya.
  • Bagaimana organisasi bereaksi terhadap peristiwa-peristiwa negative.
  • Bagaimana organisasi berperilaku kepada pesaing-pesaingnya dan di dalam lingkungan komunitasnya.
Fungsi Budaya Perusahaan
  • Budaya merupakan pembeda antara suatu organisasi dengan organisasi yang lain.
  • Budaya memberikan indentitas bagi anggota organisasi.
  • Budaya mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dari pada kepentingan individu.
  • Budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial.
  • Budaya sebagai mekanisme yang memandu serta membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Tujuan perusahaan melakukan audit ialah Menilai ketaatan pada standar-standar organisasi yang dinyatakan dan diharapkan, dan menilai apakah budaya perusahaan mendukung tujuan, strategi, dan model bisnis organisasi & Menilai budaya perusahaan secara keseluruhan dan mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang bersumber pada budaya tersebut.

Metoda Audit yang dapat dilakukan untuk melakukan Audit Budaya Perusahaan ialah menggunakan: 


Melakukan Observasi langsung dilapangan
Mengamati kondisi fisik, pola prilaku karyawan serta aspek-aspek lain dari lingkungan kerja yang meliputi :
A. Kondisi lingkungan dan ruang kerja
    • Berapa banyak ruang yang diberikan untuk meeting dan interaksi karyawan?
    • Apakah area tempat duduk, dapur, ruang makan siang, dan toilet kondusif untuk kenyamanan karyawan dan membangun hubungan?
    • Apakah karyawan terlihat nyaman di area mereka? Apakah karyawan memiliki kesadaran untuk menjaga ruang kerja?
    • Apakah barang-barang pribadi memenuhi ruang kerja?
B. Interaksi dan komunikasi antar karyawan
    • Apakah komunikasi dilakukan melalui email? Bagaimana tone dari percakapannya, formal / infomal?
    • Seberapa sering orang berkomunikasi satu sama lain?
    • Apakah semua komunikasi tertulis, atau apakah orang mengekspresikan diri secara verbal? Apakah mereka mengirim email atau mengunjungi karyawan lain untuk bertatap muka?
Melakukan Wawancara dan survey
Pertanyaan yang diberikan harus mampu menggambarkan Corporate value perusahaan, General Information.
  1. Apakah dalam interview karyawan baru, behaviour kandidat dinilai berdasarkan value perusahaan?
  2. Apakah corporate value dimasukkan ke dalam materi onboarding karyawan baru?
  3. Apakah karyawan familiar dengan corporate value yang ada?
  4. Apakah ada perubahan dalam budaya perusahaan? Dan siapa yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut?
  5. Apakah karyawan melaksanakan setiap kebijakan-kebijakan perusahan?
  6. Apakah ada dialog antara management dan employee: individual performance meeting, weekly status meeting, career development, ideas forum, dll.
  7. Apakah komunikasi antar department, karyawan, management dilakukan secara terbuka?
  8. Apakah manajemen meminta input dari karyawan sebelum membuat keputusan?
  9. Apakah penegakan budaya perusahaan terus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pemimpin dan karyawan?
  10. Apakah perusahaan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan?
  11. Apakah kebijakan dan prosedur organisasi mendukung karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan atau menghambat kemajuan?
  12. Apakah karyawan dapat merasa nyaman dan dilindungi ketika melaporkan suatu issue?
  13. Apakah karyawan didorong untuk memberikan inovasi dan perbaikan?
  14. Apakah atasan mampu memberikan arahan kepada karyawan dalam melaksanakan pekerjaan?
  15. Apakah karyawan dapat bekerja secara kelompok, saling mendukung dan saling bekerja sama?
  16. Apakah atasan dapat menerjemahkan tujuan organisasi menjadi tugas dan tujuan bagi karyawan?
  17. Apakah ada pemberian motivasi kerja secara kontinu?
  18. Bagaimana kriteria kesuksesan dan kegagalan di perusahaan diukur?
  19. Apakah ada program recognition, reward dan incentive untuk karyawan?
  20. Apakah ada program pelatihan yang komprehensif bagi karyawan baru dan karyawan yang berpengalaman? Apakah sesuai dengan peran karyawan yang bersangkutan dalam organisasi?
Memeriksa dokumen-dokumen terkait karyawan
    1. Media komunikasi karyawan: newsletters, milis, dll.
    2. Materi rekrutmen dan orientasi karyawan.
    3. Sejarah, profil, visi misi, budaya dan slogan perusahaan.
    4. Pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
    5. Pakeet remunerasi dan benefit.
    6. Foto / video keikutsertaan karyawan dalam kegiatan perusahaan.
    7. Contoh materi training karyawan.
    8. Laporan survey Employee Engagement.
    9. Laporan turnover dan retensi karyawan.
Adapun tools yang dapat digunakan yaitu menggunakan Kuesioner
  • Kuesioner akan dibuat berdasarkan indikator budaya perusahaan yaitu: Synergy, Integrity, Action, dan Performance.
  • Kriteria jawaban berupa pilihan setuju hingga tidak setuju dengan bobot masing-masing.
  • Kriteria jawaban dan skor:
    1. SS (Sangat Setuju) = 5
    2. S (Setuju) = 4
    3. KS (Kurang Setuju) = 3
    4. TS (Tidak Setuju) = 2
    5. STS (Sangat Tidak Setuju) = 1
Dalam audit budaya, observasi seringkali menjadi pendekatan yang utama, tetapi auditor juga harus menaruh perhatian pada teknik dan alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran seperti survei karyawan, ataupun merumuskan matriks yang merupakan indikasi dari suatu budaya. Semakin dalam auditor internal menggunakan teknik survei dan interview yang terstruktur, semakin konkret bukti yang akan diperoleh. Hasil audit dapat dikategorikan berdasarkan posisi, area fungsional, geografi, atau unit operasi.



Powered by Blogger.