Berikut Sistem E-Procurement yang Baik untuk Perusahaan



Berikut Sistem E-Procurement yang Baik untuk Perusahaan

Mungkin saat ini ada ditugaskan untuk mencari supplier untuk memenuhhi kebutuhan usaha kantor/perusahaan anda dan kebetulan juga anda bekerja sebagai procurement di perusahaan anda, seluruh kegiatan mencari dan menetapkan supplier masih manual atau system yang ada sekarang tidak menunjang pekerjaan kamu, berikut akan saya infokan sysmem yang baiknya ada di system E-Procurement perusahaan anda, namun sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu ap aitu E-Procurement.

E-Procurement adalah Proses pengadan barang/jasa dalam lingkup pemerintah yang menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses dan langkahnya.
Dasar hukum pelaksanaan e-procurement adalah   UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE, Keppres No. 80 Tahun 2003, dan Perpres No. 8 Tahun.

Dalam membuat system E-Procurement tentu saja harus memenuhi prosedur yang berjalan pada proses procurement dengan kata lain modul-modul dalam system E-Procurement juga harus sama dengan prosedur yang seharusnya, lalu seperti apa prosedur yang seharusnya ada dalam E-Procurement :

Persiapan
    • Penyusunan Jadwal Pelaksanaan
    • Penyiapan HPS (Harga perkiraan Sendiri)
    • Penyiapan Dokumen Pengadaan

Pengumuman
    • Nama direktorat yg mengadakan pelelangan
    • Nama pekerjaan yg akn dilaksanakan
    • Syarat penyedia pelelangan
    • Tempat, hari, dan waktu untuk mendaftar

Pendaftaran
    • Registrasi
    • Login e-procurement
    • Membaca pengumuman lelang
    • Klik daftar untuk melakukan lelang

 Aanwijzing
    • Pemberian penjelasan dan tanya jawab terkait lelang hingga batas waktu yg ditentukan

 Pemasukan Dokumen
    • Dokumen Penawaran
    • Dokumen Administrasi
    • Dokumen Pendukung lainnya
    • *dalam Format PDF/JPEG

 Pembuatan Dokumen
    • Membuka dokumen yang telah dikirimkan peserta pengadaan.
    • hanya dapat dibuka pada waktu yang telah di tentukan.

 Evaluasi > Pemasukan Dokumen
    • Dokumen Penawaran.
    • Dokumen administrasi
    • Dokumen pendukung lainnya.
    • *dalam Format PDF/JPEG

 Penetapan Pemenang > Pembukaan Dokumen
    • Membuka dokumen yang  telah dikirimkan peserta   pengadaan.
    • Hanya dapat dibuka pada waktu yang telah ditentukan.

 Setelah kita mengetahui prosedur-prosedur yang ada dalam procurement yang tentunya harus ada dalam modul-modul di system E-procurement tersebut. Lalu ada hal lain yang harus ada yaitu dalam system harus bisa menjabarkan hasil Analisa dari beberapa aspek di dalamnya dimana aspek ini yang dapat digunakan oleh user untuk menilai segala aktivitas di dalamnya, adapun aspek-aspeknya yaitu :

Aspek Finansial
  • Kebutuhan dana dan sumberdaya
  • Aliran cash : Penerimaan dan pengeluaran kas ada yang bersifat rutin dan adapula yang bersifat insidential
  • Biaya modal
         1. Biaya Utang.
  •  Biaya utang untuk jangka panjang maupun jangka pendek dapat dihitung  misalnya dengan menggunakan konsep present value.
          2. Biaya Modal sendiri
  •  Biaya Saham Preferen. Saham preferen memberikan penghasilan berupa deviden yang tetap kepada pemiliknya yang diambilkan dari laba bersih setelah pajak.
  •  Biaya Saham Biasa. merupakan suatu tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh suatu investasi yang dibelanjaioleh saham biasa.
  •  Biaya Laba ditahan.Pada prinsinya sama dengan biaya dari saham biasa. Bedanya, untuk biaya saham biasa memiliki floatation cost, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melaksanskan proses saham, sedangkan menggunakan dana dari laba yang ditahan tidak memerlukan baiaya.
  • Initial dan Operational Cash Flow : Pada saat kita menganalisis perkiraan arus kas di masa datang, kita berhadapan dengan ketidakpastian. Akibatnya, hasil perhitungan dapat menyimpang jauh dari kenyataanya. Ketidakpastian itu dapat menyebabkan berkurannya kemampuuan suatu proyek bisnis dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.
  • Penilaian dan pemilihan investasi
 Aspek  Manajemen
  • Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Ada 4 pendekatan : pendekatan atas bawah, pendekatan bawah atas, pendekatan campuran, dan pendekatan kelompok
  • Pengorganisasian -(organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  • Pengendalian (actuating) / pengkoordinasi yang juga merupakan bagian dari manajemen, hendaknya diperkirakan juga apakah dalam manajemen proyek maupun manajemen implementasi bisnis, kelak dapat berjalan baik, sehingga ia dapat dinyatakan layak. Menyusun agar penggerakan ini dapat berjalan dengan baik, hendaknya dikaji dari beberapa sisi, seperti: fungsi penggerakan yang harus terpenuhi, serta sikap dan perilaku seorang pemimpin yang hendaknya memiliki kriteria agar ia dapat menggerakkan bawahannya.
  • Monitoring dan evaluasi : Ada banyak sebutan bagi pengawasan /pengendalian (controlling), antara lain evaluating, apprasing, atau correcting. Pengawasana dapat didefinisikan sebagai proses untuk "menjamin" bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai.

 Aspek Pasar
  • Potensial market yang tersedia
  • Market share / Segmentasi pasar
  • Analisa pesaing
  • Strategi pemasaran

 Aspek Hukum
  • Jenis badan usaha
  • Bentuk legalitas perusahaan
  • Cara memperoleh legalitas    perusahaan
  • Manfaat legalitas perusahaan

 Aspek Mitigasi Risiko
  • Analisa risiko
  • Evaluasi risiko
  • Perlakuan terhadap risiko
  • Pemantauan dan Pengendalian perlakuan risiko
  • Komunikasi dan konsultasi






Powered by Blogger.