Teknik-Teknik Dalam Melakukan Audit Perusahaan

Teknik Audit

Teknik Audit
  • Merupakan cara-cara yang di tempuh Auditor untuk memperoleh Pembuktian dalam upaya membandingjan antara keadilan yang benarnya (Kondisi) dengan keadaan yang seharusnya (Kriteria).
  • Bukti kadang tidak mudah diperoleh dan tidak mudah dipahami.
  • Teknik audit memegang peranan dalam ilmu Audit karena pembuktian mutlak diperlukan dalam audit dan hal itu hanya bisa dicapai dengan menggunakan cara-cara tertentu.

Prosedur Audit
  • Merupakan langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan audit.
  • Suatu langkah Audit bisa saja menggunakan lebih dari satu Teknik Audit.

Jenis Teknit Audit
  • Inspeksi
  • Observasi
  • Tanya Jawab
  • Konfirmasi
  • Analisis
  • Perbandingan
  • Vouching dan Verifikasi
  • Rekonsiliasi
  • Trasir
  • Rekomputasi
  • Scaning

Inspeksi
  • Merupakan Cara memperoleh bukti dengan mempergunakan Panca Indra TerutamaMata untuk memperoleh pembuktian secara langsung atas suatu keadaan/masalah pada saat tertentu.
  • Contoh: Inspeksi terhadap Laporan kemajuan fisik proyek.

Observasi
  • merupakan cara memperoleh bukti dengan menggunakan panca indera terutama mata yang dilakukan secara kontinyu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu keadaan/masalah tertentu.
  • "Jarak jauh" dan "Tanpa disadari"
  • Contoh: Observasi terhadap produktivitas pegawai.

Tanya Jawab
  • Merupakan cara memperoleh Bukti dengan mengajukan pertanyaan yang relevan baik secara lisan (wawancara) ataupun tertulis.
  • meski banyak bukti yang bisa diperoleh, hasilnya tidak akan memuaskan bila bukan dari sumber yang independen.

Konfirmasi
  • Merupakan cara pembuktian dengan mengusahakan diperolehnya informasi baik secara lisan maupun tertulis dari sumber yang independen.
  • contoh: konfirmasi saldo piutang kepada debitur
  • jenisnya : Lisan dan Tertulis
  • Konfirmasi lisan : secara langsung
  • Konfirmasi Tertulis : Positif dan negative

Analisis
  • Analisis artinya memecah atau menguraikan suatu keadaan ke dalam beberapa Bagian/Elemen dan memisahkan bagian tersebut untuk dihubungkan dengan keseluruhan atau dibandingkan dengan keseluruhan atau dibandingkan dengan yang lain.
  • Untuk melihat hubungan penting satu unsur dengan unsur lain.
  • Contoh: Analisis terhadap peraturan dan anggaran dasar.

Perbandingan
  • Adalah usaha untuk mencari kesamaan dan perbedaan antara dua atau lebih gejala/fenomena atau keadaan.
  • Hasil pekerjaan membandingkan, biasanya dilanjutkan dengan analisis sebab-sebab terjadinya penyimpangan.
  • Contoh: membandingkan penerimaan/pengeluaran sebenarnya dengan anggaran.

Vouching dan Verifikasi
  • Vouching : Memeriksa Authentik serta lengkap tidaknya bukti pendukung transaksi.
  • Verifikasi: memeriksi ketelitian perkalian, penjumlahan, pembukuan, pemilikan dan eksistensinya.
  • Tujuan: Memastikan otorisasi, sesuai tujuan, jumlah benar, pemilikan.

Rekonsiliasi
  • Adalah penyesuaian antara dua golongam data yang berhubungan tetapi masing-masing dibuat oleh pihak-pihak yang independen (Terpisah) untuk mendapatkan data yang benar.
  • Contoh: Rekonsiliasi Bank (Saldo rekening koran dan saldo menurut catatan perusahaan).

Trasir
  • Cara memeriksa dengan jalan menelusuri proses suatu keadaan atau kegiatan/masalah, sampai pada sumber atau bahan pembuktiannya.
  • Contoh: menelusuri Pembayaran ke Bukti-buktinya (Kuitansi)

Rekomputasi
  • Menghitung Kembali kalkulasi yang telah ada, untuk menetapkan kecermatannya.
  • Contoh: menghitung kembali penyusutan, beban bunga dan harga pokok.

Scanning
  • Melakukan penelaahan secara umum cepat untuk menemukan hal-hal yang memerlukan audit lebih lanjut.
  • Contoh: Membaca dengan cepat catatan perusahaan untuk menekenkan hal yang penting, tidak lazim dan disangsikan kebenarannya.

Sampling dalam Audit
  • Populasi: Seluruh Bukti
  • Sampel: Bukti yang akan di Audit
  • Audit secara Sampling
  • Kesulitan : Waktu, biaya dan tenaga  (Audit secara sampling adalah pemilihan dan audit sebagian transaksi/items yang merupakan bagian dari suatu populasi, dan hasil audit tersebut dijadikan dasar untuk menyimpulkan seluruh populasi).
  • Keguanaan (Merupakan cara praktis yang dapat di pertanggung jawabkan untuk mengatasi keterbatasan biaya, waktu dan tenaga jika harus memeriksi seluruh populasi).

Pemilihan Sampling
  • Sampling dapat dipilih dengan cara:
  • Statiscal Sampling
  • Judgment Samplinh (Haphazard Sampling & Block Sampling)

Menjaga agar Sampel Lebih Mewakili
  • Setiap jenis Transaksi utama harus mencakup
  • Bila ada pergantian personalia yang dikerjakan masing-masing harus diperiksa.
  • Jumlah besar harus lebih intensif.
  • Besar sampel mempertimbangkan baik buruknya pengendalian manahemen.

Judgement Sampling
  • Penentuan besarnya sample dan pemilihan items sebagai sample atas dasar layanan yang kuat atau pertimbangan auditor.
  • Haphazard Sampling: Pemilihan Sample betul-betul didasarkan atas kehendak auditor sehingga sangat dipengaruhi oleh pertimbangan subyektif auditor. Contoh: Konfirmasi Piutang > 50jt
  • Block Sampling : Secara Arbiter Auditor menentukan kelompok unit sample yang dipilih secara sample. Contoh: Sample Transaksi penjualan 5 Bulan yang berbeda.

Penilaian Hasil Sampling
  • Bila Hasil Audit menunjukkan adanya perbedaan atau penyimpangan yang meterial, Auditor harus menganalisis sebab-sebabnya dan menentukan langkah selanjutnya yang perlu diambil untuk memperoleh keyakinan yang lebig besar mengenai perbedaan. hal tersebut dapat dilakukan dengan memperluas jumlah sampel.

Bukti dalam Audit
  • Kenapa Bukti penting ?
  • Sebagian besar pekerjaan AUDIT adalah dalam usaha untuk memperoleh bukti.
  • Bukti sebagai landasan untuk menyusun kesimpulan, pendapat, pertimbangan dan rekomndasi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Bukti
  • KECUKUPAN BUKTI : Dipenuhinya jumlah bukti yang diperlukan. Tergantung SPM dan kompetensi bukti.
  • KOMPETENSI BUKTI : Kekuatan dan dapat diandalkannya suatu bukti. Pertimbangan: Apakah terdapat alasan untuk meragukan sahnya bukti? & kompetensi: independen>objek, SPM baik>buruk, langsung>tidak langsung, asli>salinan
  • RELEVANSI BUKTI : Hubungan antara bukti dan masalah yang dipersoalkan.

Jenis-Jenis Bukti
    Bukti Fisik
  • Diperoleh dengan jalan inspeksi atau observasi langsung terhadap kegiatan,  harta milik, atau kejadian yang berhubungan dengan pokok persoalan yang diperiksa
  • Dapat berbentuk benda, catatan, daftar, foto, denah, peta, grafik, dan sebagainya.

    Bukti Kesaksian
  • Informasi yang diperoleh dari pihak lain dalam bentuk surat atau pernyataan, yang diterima sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
  • Pernyataan akan bertambah makna dan kegunaan apabila diperkuat dengan inspeksi dan observasi.

   Bukti Dokumentasi
  • Bentuk yang paling lazim dipakai dalam pekerjaan audit
  • Dokumen digolongkan: intern maupun ekstern
  • Dok Ekstern: berasal dari luar Objek, seperti faktur penjualan dan surat masuk
  • Dok Intern: berasal dari instasni sendiri, seperti catatan pembukuan, surat keluar dll

   Bukti Analisis
  • Diperoleh dengan jalan menganalisis atau melakukan verifikasi informasi
  • Dapat berupa hasil: perhitungan, perbandingan, penalaran dan analisis informasi


Powered by Blogger.